Cara Dapat Uang dari Menulis: Panduan Realistis untuk Penulis Pemula
Suatu hari, seorang kawan tanya lewat chat lebih kurang begini: "kamu ngeblog ya, menguntungkan nggak?"
Saya jawab: "Menguntungkan." Lalu ia kembali menimpali: "Secara finansial? Atau hal lain?"
Saya cuma bisa jawab kalau keuntungan finansial belum. Blog ini trafiknya masih puluhan per hari. Adsense-nya ditolak setelah saya ajukan berulang kali.
Meskipun saya yakin suatu hari akan disetujui, tapi ya itu butuh proses. Dan proses itu mungkin akan sangat melelahkan.
Selain itu, saya sudah bertahun-tahun hidup dari menulis—hanya saja bukan dari blog ini.
Dari jadi jurnalis di Suara.com tahun 2019 dengan bayaran 35 ribu per berita dan 15 ribu per foto, menulis buku, mengisi kelas menulis, sampai diminta menggarap buku biografi naratif 20 Tahun Yayasan IAR Indonesia.
Artikel ini bukan untuk jualan mimpi "passive income puluhan juta dari menulis". Ini tentang realita: di mana penulis benar-benar bisa dapat bayaran, berapa rate yang wajar, dan bagaimana cara mulai dari nol.
Di Mana Bisa Menulis dan Dibayar?
Berikut tempat-tempat yang benar-benar membayar penulis, berdasarkan pengalaman saya:
Platform Komunitas: Kompasiana dan Gusdurian.net
Kompasiana masih menjadi tempat yang bagus untuk membangun jejak digital.
Bayarannya relatif kecil, pakai sistem K-Rewards. Per Januari 2026, mekanismenya kini berbasis skor gabungan: 70% Keterlibatan Pembaca (Engagement) dan 30% Jangkauan Bacaan (Pageviews).
Saya pernah dibayar kalau tidak salah Rp14 ribu sampai Rp40 ribu. Tapi value-nya bukan di uang. Benefit yang saya dapatkan lebih banyak di social proof.
Otoritas domain Kompasiana yang tinggi membantu tulisan kamu muncul di halaman pertama Google. Ini yang nantinya membangun kredibilitas di mata calon klien atau penerbit.
Sekarang tulisan saya sering dijadikan artikel utama, dan beberapa kali diangkat dalam rubrik Kata Netizen Kompas.com.
Sedangkan Gusdurian.net punya sistem berbeda. Mereka bayar pakai poin yang bisa ditukar jadi merchandise atau buku. Setiap artikel orisinal minimal 600 kata bernilai 50 poin. Kumpulkan 250 poin, bisa klaim t-shirt, sweater atau buku dari GUSDURian Store.
Saya dapat klaim beberapa t-shirt untuk saya gunakan sehari-hari, sudah kayak brand ambassador saja. Haha. Tapi cukup membantu agar saya tidak harus beli kaos.
Selain itu value-nya dapat networking. Ini membuka pintu ke komunitas yang lebih luas, yang sering jadi peluang project di kemudian hari.
Media Online Established
Golagong Kreatif, Mojok.co, Tirto.id, Tempo.co, Kompas.com, dan lainnya membayar kontributor dengan rate Rp50.000, Rp325.000, sampai Rp500.000 per artikel, tergantung panjang dan kompleksitas.
Tapi standarnya semakin ketat karena harus bersaing dengan ribuan penulis lain.
Bekerja sebagai Penulis Profesional
Kalau kamu mau jalur yang lebih stabil, bekerja sebagai penulis profesional seperti jurnalis di perusahaan media adalah pilihan yang realistis.
Berdasarkan data pasar Januari 2026, berikut rata-rata gaji bulanan untuk penulis di Indonesia:
| Profesi Penulis | Rata-rata Gaji (Januari 2026) |
|---|---|
| Penulis Umum | Rp5.500.000 |
| Jurnalis / Wartawan | Rp4.500.000 - Rp4.800.000 |
| Copywriter | Rp5.300.000 |
| Content Strategist Senior | Rp12.000.000 - Rp25.000.000 |
⚠️ Catatan: Ini estimasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, angka di lapangan bisa bergeser tergantung kebijakan masing-masing instansi/perusahaan.
Kamu bisa dapat angka yang lebih tinggi dari itu. Syaratnya tentu butuh pengalaman dan portofolio yang solid.
Perusahaan yang Butuh Content Writer
Startup, e-commerce, digital agency, dan NGO sering butuh content writer dengan bayaran mulai Rp1.000.000 sampai Rp5.000.000 per project untuk tulisan website, artikel series, atau white paper.
Kamu bisa cek LinkedIn untuk menambah koneksi, daftar di platform freelance, atau direct pitch ke company yang kamu minati.
Copywriting untuk bisnis bayarannya lebih tinggi dari jurnalis, tapi kamu harus siap nulis tentang produk yang mungkin tidak kamu pakai sendiri.
Menulis untuk LSM atau Biografi
Individu seperti pengusaha atau tokoh, juga organisasi dan lembaga, kadang butuh penulis dengan bayaran Rp10.000.000 sampai Rp50.000.000 lebih per buku. Bahkan bisa lebih kalau itu dokumentasi institusi yang kompleks.
Saya sedang mengerjakan biografi naratif 20 Tahun Yayasan IAR Indonesia. Job ini datang dari jaringan pertemanan. Ia tahu saya menulis buku Runduma: Surga Kecil di Wakatobi dan merekomendasikan saya.
![]() |
| Kunjungan ke Camp Punggurawan, Pematang Gadung, Ketapang. (Foto: Arie/IAR Indonesia) |
Kontrak proyek seperti ini bisa bernilai ratusan juta karena mencakup gaji profesional, biaya hidup, hingga biaya riset lapangan. Di sini kamu dibayar bukan per kata, tapi untuk keahlian mengelola pengetahuan institusi.
Penerbit Buku
Penerbit mayor, mayor lokal atau indie biasanya membayar royalti 10 sampai 25 persen dari harga jual setelah dipotong toko. Contoh: buku harga Rp100.000, royalti kamu sekitar Rp10.000 sampai Rp25.000 per eksemplar.
Peluang tahun 2026, penulis dengan niche kuat pada isu sosial atau humaniora sangat diminati karena kecerdasan buatan belum mampu menyentuh sisi empati manusiawi dengan sempurna.
Di era AI yang bisa menulis apa saja, justru tulisan yang punya "cacat manusiawi" jadi kemewahan baru.
Mengajar Kelas Menulis
Ketika kamu konsisten menulis, kamu berpeluang besar diundang jadi pengisi kelas menulis atau narasumber.
Kalau kamu sudah sampai di tahap itu, berarti nilai diri kamu sudah diakui. Honorarium narasumber kelas menulis untuk kegiatan instansi atau lembaga dibayar mulai Rp700 ribuan per kelas atau per kegiatan.
Tapi peluang ini tidak datang kepada mereka yang hanya mengejar uang, melainkan kepada mereka yang terbukti punya nilai intelektual.
Kelas menulis untuk Dinas Kehutanan Lampung adalah salah satu pengalaman saya. Butuh persiapan, tapi saya juga belajar banyak dari pertanyaan peserta.
Berapa Gaji Penulis Lepas?
Tidak ada gaji fixed untuk penulis lepas. Yang ada adalah rate per project yang sangat bervariasi.
| Jenis Tulisan | Estimasi Rate per Proyek |
|---|---|
| Berita Sederhana | Rp200.000 - Rp500.000 |
| Feature / Long-form Journalism | Rp1.000.000 - Rp3.000.000 |
| Copywriting Landing Page/Ads | Rp2.000.000 - Rp10.000.000 |
| Whitepaper / Technical Writing | Rp5.000.000 - Rp15.000.000 |
| Penulis Buku (Biografi/Institusi) | Rp10.000.000 - Rp50.000.000+ |
⚠️ Catatan: Angka di lapangan bisa bergeser tergantung kebijakan masing-masing instansi/perusahaan.
Income Realistis per Bulan
Kalau ditanya angka realistis untuk penulis pemula: Rp2.000.000 sampai Rp5.000.000 per bulan sambil kerja part-time.
Intermediate dua sampai lima tahun: Rp5.000.000 sampai Rp15.000.000 per bulan, bisa full-time tapi harus hustle.
Senior lima tahun lebih: Rp15.000.000 sampai Rp30.000.000 lebih per bulan dengan client base solid.
Tapi saya harus bilang, income freelance tidak stabil.
Bulan ini bisa dapat 10 juta, bulan depan bisa 2 juta atau bahkan tidak dapat sama sekali. Makanya perlu emergency fund minimal enam bulan biaya hidup.
Apa yang Membuat Penulis Bertahan di Era AI 2026?
Di tahun 2026, AI generatif sudah sangat canggih dan bisa menghasilkan artikel dalam hitungan detik. Tapi AI punya kelemahan: tidak punya pengalaman hidup, tidak punya tanggung jawab moral, dan belum bisa wawancara tatap muka dengan "rasa."
Kunci bertahan sebagai penulis adalah pengalaman otentik: tulis apa yang kamu alami sendiri, seperti yang kamu temui di lapangan.
Kalau kamu sudah menemukan gaya menulis sendiri yang punya kepribadian. Itu kabar baik. Sebab media di tahun 2026 lebih mencari tulisan yang memiliki "wajah" dan suara personal.
Cara Memulai dari Nol
Build Portfolio
Tulis lima sampai sepuluh artikel di blog sendiri atau platform gratis seperti Medium atau Kompasiana. Pilih satu sampai dua niche yang kamu kuasai.
Di Kompasiana, saya sekarang menulis dengan pendekatan humor, meskipun risikonya tulisan saya jarang diangkat ke rubrik Kata Netizen Kompas.com yang dibayar puluhan ribu.
Saya tidak terlalu peduli. Saya menikmati dengan belajar menulis humor.
Pitch ke Media Kecil
Mulai dari platform komunitas atau media kecil seperti islami.co, laruna.id, gusdurian.net atau bahkan tsaqofah.id. Rate mungkin kecil bahkan gratis, tapi ini untuk build byline dan credibility.
Networking
Follow editor, sesama penulis, people in publishing di LinkedIn dan media sosial. Banyak job tidak di-posting public, tapi dibagikan di network.
Hubungan pertemanan dibarengi dengan skill yang diasah secara konsisten, membawa saya ke Yayasan IAR Indonesia.
Diversifikasi
Jangan andalkan satu sumber. Kombinasikan artikel freelance, kelas menulis, dan proyek jangka panjang. Skill seperti menulis feature dan jurnalisme naratif membuka peluang ke media dengan bayaran lebih tinggi.
Saya masih terus menulis di Kompasiana, sesekali di Medium, dan blog maheng.net meskipun menghabiskan waktu berjam-jam untuk riset, saya merawat skill menulis supaya tidak tumpul. Sehingga ketika dapat satu proyek pisau menulis saya tetap tajam.
Timeline Realistis
| Tahapan | Target Finansial |
|---|---|
| Bulan 1-6 (tahun pertama) | Fokus Bangun Portofolio (Gratis/Kecil) |
| Tahun ke-2 | Rp3.000.000 - Rp5.000.000 / bulan |
| Tahun ke-3 | Rp5.000.000 - Rp10.000.000 / bulan (Mulai Full-time) |
| Tahun ke-5+ | Rp15.000.000 - Rp30.000.000 / bulan (Comfortable) |
⚠️ Catatan: Ini estimasi, angka di lapangan bisa bergeser tergantung kebijakan masing-masing instansi/perusahaan.
Kesimpulan: Apakah Menulis Menguntungkan?
Secara finansial maheng.net belum menguntungkan.
Tapi secara kualitas hidup: sangat. Menulis memberi saya kebebasan merilis emosi dan mengatur jadwal kerja sendiri tanpa harus selalu minta izin Bang Argitoe, Direktur Operasional Program Yayasan IAR Indonesia.
Menulis adalah investasi otoritas. Value dulu, uang mengikuti. Mulai sekarang, tulis satu artikel, kirim ke komunitas, dan jangan tunggu sempurna.
Di dunia kepenulisan, kredibilitas adalah mata uang paling stabil di tengah inflasi apa pun.


Leave a Comment