Tentang

Tentang Mahéng - Penulis & Penggerak Literasi Indonesia

Mahéng

Penulis dan Penggerak Literasi Indonesia

Mahéng (lahir dengan nama Rahmat Ali, 18 Mei 1996 di Gampong Paya Baro, Woyla Timur, Aceh Barat) adalah penulis dan penggerak literasi asal Indonesia. Ia menempuh pendidikan Sosiologi Agama di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Melalui karya sastra, esai, dan tulisan nonfiksi, Mahéng dikenal menyoroti isu-isu sosial, kebudayaan, dan pengalaman kemanusiaan dengan pendekatan reflektif dan kontekstual.

Mahéng aktif menulis sebagai esais, novelis, penulis nonfiksi, dan travel writer. Bidang kerjanya mencakup sastra dan literasi, dengan perhatian khusus pada hubungan antara narasi sosial, ruang hidup, kearifan lokal, dan pengalaman spiritual manusia. Sejumlah tulisannya terbit dalam bentuk buku, esai, dan artikel. Dalam konteks tersebut, ia juga sesekali mengisi lokakarya menulis.

Pengaruh Intelektual dan Kepenulisan

Dalam proses kepenulisan, Mahéng dibimbing oleh jurnalis senior Andreas Harsono, yang berpengaruh dalam membentuk pendekatan etik, ketelitian riset, dan empati naratif dalam karyanya. Kerangka intelektual dan spiritual Mahéng turut dipengaruhi oleh visi pluralisme Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tradisi keilmuan Prof. Dr. M. Amin Abdullah, serta refleksi filosofis A. M. Safwan.

Visi Menulis

Mahéng mengusung filosofi kepenulisan yang berakar pada semangat: "Merekam yang fana, merawat yang tersisa." Visi kepenulisannya berpijak pada tiga pilar utama:

  • Eksplorasi Lokalitas: Mengangkat suara-suara dari pinggiran, termasuk koeksistensi manusia, satwa, dan semesta, ke dalam pusat diskursus literasi.
  • Refleksi Sosiologis: Menggunakan lensa ilmu sosial untuk membangun empati melalui sastra.
  • Gerakan Membaca: Menginspirasi generasi muda untuk melihat kecakapan literasi (well-literated) sebagai alat perubahan sosial.

Karya Terpublikasi

  • Nayanika (Novel)
  • RUNDUMA: Surga Kecil di Wakatobi (Nonfiksi)
  • Masalembu: Safarnama Membekas di Jantung Nusantara (Nonfiksi)
  • Kontributor dalam Mencari Indonesia: Menuai Kegelisahan Gus Dur dan RM Mangun (Antologi)

Aktivisme dan Penggerak Komunitas

Selain aktivitas kepenulisan, Mahéng memiliki rekam jejak panjang dalam kerja-kerja literasi dan jurnalisme warga. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Nasional Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) pada periode 2018–2020.

Sebagai penggerak komunitas, ia telah menginisiasi festival literasi Tamasya Buku dan Kosa Kota Festival. Dedikasinya pada nilai-nilai inklusivitas juga terlihat dari keterlibatannya sebagai penggerak di Komunitas GUSDURian Yogyakarta dan Komunitas Kolaborasi Buku. Pengalaman organisasi ini memperkuat perhatiannya pada isu kebebasan berekspresi dan penguatan literasi di tingkat akar rumput.

Domisili dan Aktivitas Saat Ini

Mahéng berdomisili dan berkarya di Indonesia. Aktivitas kepenulisan dan pemikirannya terdokumentasi dalam berbagai media, platform literasi, serta ruang diskusi kebudayaan dan kemanusiaan. Saat ini, ia aktif menulis tentang koeksistensi makhluk hidup dan tercatat sebagai penulis buku di Yayasan IAR Indonesia.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.